Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi Pusat Jual Bibit Leledan Lele Konsumsi di Gunungkidul - Kami kelompok budidaya ikan Arum Pager. Menyediakan benih lele dengan berbagai ukuran dan lele konsumsi. Siap melayani pemesanan dan pembelian benih ke seluruh Indonesia. Komoditas utama benih lele dan lele konsumsi.
 
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi

Menghilangkan Bau Pada Kolam

Salah satu aktifitas yang tak boleh ditinggalkan pada budidaya ikan di medium kolam terpal adalah pembersihan lumpur di dasar kolam. Di kalangan pembudidaya ikan proses ini dikenal dengan istilah pen-siphon-an. Lumpur berwarna coklat tua atau coklat kehitam-hitaman terbentuk dari akumulasi kotoran ikan (feces) dan sisa pellet yang tak termakan oleh ikan. Timbunan lumpur ini secara rutin memang harus dikeluarkan dari lingkungan air kolam karena merupakan sumber terbentuknya amonia sebagai hasil proses dekomposisi kotoran. Jika kotoran berbentuk lumpur pekat ini tidak segera dibersihkan maka kadar amonia dalam air kolam akan meningkat dan dapat mengancam kelangsungan hidup ikan-ikan yang dipelihara. Keterlambatan atau bahkan kealpaan melakukan pen-siphon-an dapat berakibat fatal karena kadar amonia yang cukup tinggi dalam lingkungan air kolam bisa menyebabkan kematian ikan secara masal. Inilah sebabnya mengapa pen-siphon-an pada budidaya ikan di media kolam-kolam terpal hendaknya dilakukan secara rutin dan terjadwal.

Agar lebih praktis, pembersihan lumpur ini dapat dilakukan dengan cara penyedotan (menghisap) langsung dari dasar kolam. Prosesnya dapat dilakukan dengan menggunakan pompa (mesin/ listrik) atau gravitasi (tanpa pompa). Penggunaan pompa mesin memang dapat membantu mempercepat proses pen-siphon-an namun dibutuhkan biaya ekstra untuk operasionalnya, setidaknya untuk membeli bahan bakar dan sewa alat. Cara gravitasi lebih disukai oleh para pembudidaya ikan karena disamping cukup praktis dan sederhana tentu juga lebih murah. Namun demikian cara gravitasi ini hanya dapat dilakukan jika elevasi permukaan dasar kolam terpal tidak lebih rendah dari elevasi saluran limbah yang dibuat mengitari lokasi kolam-kolam budidaya menuju tempat pengendapan kotoran (penampung limbah).

Alat siphon sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan pipa paralon (PVC) berdiameter  0.5", 1" atau 1.5" (inch). Pada bagian ujung pipa paralon ini terdapat lubang-lubang kecil berdiameter antara 0.5 sampai 1.0 cm yang berfungsi sebagai pipa penyaring (perforated pipe). Lubang-lubang kecil ini dapat dibuat seragam atau berselang-seling dan sedapat mungkin tersebar secara merata pada dinding pipa paralon. Bentuk alat siphon pun dapat dibuat beberapa macam disesuaikan dengan kebutuhan. Alat  siphon yang paling sering dijumpai adalah berbentuk 'I' dan 'T', dibuat dari bahan pipa paralon (PVC) berdiameter 1.5". Masing-masing tersambung dengan selang fleksibel dengan diameter yang sama (sesuai). Kedua bentuk ini cukup effektif untuk digunakan pada kolam-kolam pembesaran bibit ikan sedangkan bentuk 'L' dan 'I' dengan diameter pipa yang lebih kecil digunakan pada bak-bak penetasan dan pemeliharaan benih ikan.

Saat melakukan penyedotan lumpur, pipa siphon digerakkan secara perlahan dan hati-hati menyusuri permukaan dasar kolam. Hal ini dimaksudkan agar endapan lumpur tidak sampai teraduk-aduk (bahasa Jawa : 'mubal' ) hingga menyebar ke seluruh bagian kolam yang dapat menyebabkan ikan-ikan menjadi 'mabuk'. Oleh karena itu arah gerakan pipa siphon dan selang penghisap di dasar kolam dikendalikan dengan bantuan sebatang tongkat kayu atau sebilah bambu yang salah satu ujungnya telah dipasangi engsel atau pengapit yang dirancang agar mudah dipasang dan dilepas kembali sehingga tidak mengganggu saat pembersihan pipa siphon nantinya. Dengan bantuan tongkat pengendali ini proses pen-siphon-an dapat dilakukan secara merata hingga ke bagian sudut-sudut kolam yang biasanya sulit dijangkau.

Agar memudahkan pemantauan tingkat kepekatan lumpur maka ujung lain dari selang penghisap yang berada di sekitar saluran limbah sedapat mungkin diletakkan pada posisi tegak sehingga selalu mudah terlihat dari arah kolam dimana proses pen-siphon-an sedang dilakukan. Pada awal proses pen-siphon-an, lumpur yang keluar di ujung selang ini biasanya terlihat pekat, ini menandakan cukup tebalnya timbunan lumpur di dasar kolam. Terkadang lumpur ini sedemikian pekat sehingga dapat menyumbat aliran dalam selang pembilas dan menghambat proses pen-siphon-an. Untuk menghindari hal ini maka proses pen-siphon-an dilakukan secara bertahap, dimulai pada bagian tepi dasar kolam terlebih dahulu karena di bagian ini biasanya timbunan lumpur tidaklah setebal di bagian tengah kolam. Demikian seterusnya, pen-siphon-an dilakukan ke seluruh bagian dasar kolam hingga aliran air di ujung selang terlihat cukup jernih.

Untuk melokalisir timbunan lumpur maka dasar kolam terpal dapat dibuat sedikit landai dengan arah kemiringan menuju ke pusat cekungan (bagian dari dasar kolam yang dibuat sedikit lebih rendah) yang terdapat di bagian tengah atau di sekitar sudut kolam. Bentuk dasar kolam yang demikian biasanya diterapkan pada kolam-kolam yang berada pada deretan tengah atau terapit kolam-kolam lainnya.

Khusus pada kolam-kolam terpal yang terletak di bagian paling tepi (deretan terluar) maka kemiringan dasar kolam dapat dibuat mengarah ke salah satu sisi atau sudut terluar kolam sedemikian rupa sehingga proses pembersihan lumpur dapat langsung dilakukan melalui pipa siphon yang tertanam pada lubang saluran pembilas di bagian dinding kolam pada posisi sedikit di atas elevasi dasar kolam. Bagi sebagian rekan-rekan di IKT cara ini dipandang paling praktis karena proses pen-siphon-an dapat langsung dilakukan dari satu titik hanya dengan membuka sok penutup pipa pembilas di sisi luar tanggul kolam.

Dengan melakukan pen-siphon-an secara rutin dibarengi dengan pemeriksaan kualitas air kolam secara teratur serta pemberian pakan yang cukup maka insya Allah kondisi kesehatan dan laju pertumbuhan ikan akan terjaga pada tingkatan yang optimal. 

sumber : http://ikankolamterpal.blogspot.com

1 komentar:

Anonymous mengatakan...

lebih mantap kalo diberi tampilan gambarnya gan biar jelas. trims

Poskan Komentar